ANTI KORUPSI
A Blog.com weblogcicak vs buaya
Posted by juandyBM@yahoo.com in Nov 21, 2009, under Uncategorized
Tiada kasus hukum yang menyedot perhatian publik selain kasus ”cicak lawan buaya”.
Sebenarnya, yang menarik perhatian bukanlah perkara hukumnya, tetapi keterlibatan para aktor besar, baik yang sekali-sekali tampil berterang-terangan di depan umum maupun yang bersembunyi di panggung belakang.
Perhatian publik membesar karena liputan media, yang menyuguhkan drama konflik ini sejak awal, kadang diimbuhi paparan faktual dan aktual, juga sering berupa dugaan berbau gosip. Namun, apa pun macam dan kualitas sajiannya, media telah merobohkan dinding-dinding institusi, yang memungkinkan panggung perkara terbuka, disaksikan publik.
Dulu, berbagai konflik hukum—apalagi yang sarat kepentingan politik—berlangsung secara tertutup dan baru terbuka saat konflik masuk sidang pengadilan terbuka. Kini konflik para penegak hukum dapat diikuti sejak awal.
Konflik bermula saat beberapa pihak mulai gerah dengan tindakan dan semangat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menimbulkan rasa waswas. Sang cicak (KPK) bergerak amat aktif menelan puluhan koruptor tanpa pilih-pilih. Dan sosok besar seperti buaya pun seolah tak sanggup menelan si cicak yang bukan sembarang cicak, tetapi superbody yang mempunyai kewenangan luar biasa.
Drama pertunjukan hukum dimulai saat lembaga berlabel buaya ini mencoba menahan cicak agar tidak bertindak terlalu jauh. Ada tudingan, sekaligus kekhawatiran, cicak ”tak tahu diri” dan akan bertindak sedemikian jauh, sampai-sampai terdeteksi kian mendekati ”ring satu”. Beberapa bulan lalu nyelonong lewat akses kasus BLBI dan kali ini (maunya) masuk lebih dalam melalui kasus Bank Century.
Drama ”cicak lawan buaya” mempertontonkan aneka manuver dalam suatu proses hukum yang dimainkan masing-masing pihak untuk saling menyerang dan bertahan. Dan ini baru babak awal. Grandfinal baru akan terjadi nanti jika masalah telah masuk forum pengadilan. Dulu, perhatian khalayak atas konflik semacam ini baru muncul saat permainan masuk babak final, dalam wujud panggung terbuka di ruang pengadilan.
Namun, kali ini semua pihak seolah tak sabar menunggu drama sebenarnya di pengadilan. Masyarakat segera melibatkan perhatian ke perkara yang sedang berlangsung, termasuk keberpihakannya. Media, yang gencar memberitakan perkembangan perkara, mengekspos proses-proses yang semula berlangsung di belakang tembok yang tak gampang dilongok.
Leave a Reply
Looking for something?
Use the form below to search the site:
Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!